Skip to content

Kisah Jibril Menyumpalkan Tanah ke Mulut Fir’aun

November 4, 2009

Ini adalah kisah yang menjelaskan sejauh mana kebencian Jibril kepada thaghut Fir’aun, sampai ketika Fir’aun berkata, “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.” (Yunus: 90), pada saat dia tenggelam. Jibril khawatir rahmat Allah akan menolongnya, maka Jibril menyumpal mulutnya dengan tanah agar tidak mengucapkannya dengan kalimat tauhid.

Teks Hadits

Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunah-nya dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Manakala Allah menenggelamkan Fir’aun, dia berkata, ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang yang dipercayai oleh Bani Israil.'” (Yunus: 90).

Jibril berkata, “Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil Lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya.”

Abu Isa berkata, “Ini adalah hadis hasan.”
Dalam sebuah riwayat, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan bahwa Jibril menyumpalkan tanah di mulut Fir’aun karena takut dia mengucapkan ‘la ilaaha illallah’ lalu Allah merahmatinya atau karena dia takut Allah merahmatinya. Abu Isa At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadis hasan shahih gharib dari jalan ini.”

Takhrij Hadis
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287. Lihatlah hadis ini di Shahih Sunan Tirmidzi, 3/61, no. 3320-3321. Muhaqqiq Jami’ul Ushul (2/192) menisbatkannya kepada Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Jarir, dan Abu Dawud At-Thawalisi.

Penjelasan Hadis
Al-Qur’an telah menyampaikan kepada kita secara panjang lebar tentang Fir’aun, tentang kesombongan dan kelalaiannya, tentang sepak terjang dan perilakunya dalam menghadapi kebenaran. Al-Qur’an juga menyampaikan kepada kita tentang turunnya adzab Allah kepadanya dan bala tentaranya. Manakala Allah menenggelamkannya lalu membinasakannya, Jibril hadir untuk menyaksikan. Jibril telah memberitahu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa pada saat Fir’aun tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang dipercayai Bani Israil…” Jibril menyumpal mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid, karena takut dia meraih rahmat Allah dan taubatnya diterima.
Apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap thaghut yang tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan ini. Dia memerangi Islam dan memfitnah orang-orang beriman.
Mungkin ada yang berkata, “Apa ruginya Jibril kalau Allah memberi rahmat kepada Fir’aun dan mengampuninya?” Jawabnya adalah bahwa seorang hamba sampai kepada keadaan membenci orang-orang zhalim di mana dia berdoa kepada Allah agar taubat mereka tidak diterima dan tidak dimasukkan ke dalam rahmat-Nya. Ini terjadi pada Musa. Dia berdoa atas Fir’aun dan bala tentaranya agar Allah mengunci mata hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat adzab yang pedih, “Musa berkata: “Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan Kami – akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan Kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, Maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” (Yunus: 88).
Mungkin ada yang berkata, “Bukankah sudah maklum bahwa Allah tidak menerima taubat pada saat turun adzab, dan pada saat nafas dikerongkongan?” Bagaimana Jibril mengira bahwa Allah mungkin mengampuni Fir’aun sementara dia dalam kondisi seperti itu? Jawabnya adalah bahwa Jibril melakukan apa yang dia kira tanpa menoleh kepada ilmu Allah. Wallahu A’lam.

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis

  1. Besarnya rahmat Allah. Jibril takut dan dia adalah makhluk paling mengetahui tentang Allah. Dia takut rahmat Allah didapatkan oleh Fir’aun manakala dia mengucapkan kalimat tauhid sewaktu dia tenggelam.
  2. Keutamaan kalimat tauhid. Jibril takut Allah merahmati Fir’aun karenanya. Lalu bagaimana jika seorang hamba mengucapkannya sewaktu dia sehat wal ‘afiat dengan meyakininya? Tidak diragukan itu pasti berpahala besar.
  3. Besarnya kebencian para malaikat kepada orang-orang kafir, sampai-sampai Jibril menyumpal mulut Fir’aun dengan tanah manakala adzab menimpanya.

Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 394 –396.(397 – 399).

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: